selamat datang di blogamzan seputar dunia pendidikan, moga bermanfaat bagi yang mengunjunginya

dunia pendidikan sangatlah berguna, pendidikan yang membuat kita mengenal semua, yang kita tidak tau jadi tau.

Rabu, 11 Januari 2012

Makalah Manajemen Proyek

TUGAS MAKALAH
MATA PELAJARAN MANAJEMEN PROYEK
Dosen : Fransisca Dita Wisesa, S.T, M.Eng




Oleh :
Amzan Wadi
NPM : 0835 10261


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PERANGKAT LUNAK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2011 / 2012



KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala, karena berkat rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Proyek.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini..
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Pekanbaru, Desember 2012








BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manajemen Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proyek Suatu kegiatan sementara yang dilakukan atau yang berlangsung dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk (deliverable) yang kriterianya telah digariskan dengan jelas.

B. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang sistem bus simple as possible dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua para pembaca.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Ciri-ciri proyek
a. Bertujuan menghasilkan lingkup (scope) tertentu berupa produk akhir atau hasil kerja akhir.
b. Dalam proses mewujudkan lingkup diatas, ditentukan jumlah biaya, jadwal, serta kriteria mutu.
c. Bersifat sementara dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.
d. non rutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
4P
• People Factors
– elemen terpenting dari kesuksesan suatu proyek
• Product Factors
– sistem yang akan dibangun
– hal-hal baru dan Complexity of the Problem
– Quality (Features, performance, reliability, adaptability)
• Process Factors
– Sekumpulan framework activities dan engineering tasks agar proyek berjalan
– Tasks, Work Products, Model
• Project Factors
– Seluruh kerja/usaha yang dibutuhkan untuk mewujudkan suatu produk
– Organization, Management, Tools
People, Proses pembangunan proyek lapangan melibatkan banyak personel, dapat dikatagorikan dalam 5 pemain :
1. Manajer senior : yang menentukan usaha yang dikerjakan, dan pemegang keputusan dalam proyek.
2. Manajer proyek (teknis)– pemimpin tim: yang membuat rencana, memotivasi, mengatur dan mengendalikan praktisi yang mengerjakan proyek lapangan
3. Praktisi : yang mengerjakan proyek lapangan
4. Klien : yang menentukan kebutuhan proyek lapangan dan pihak lain yang berkaitan dengan hasil produk
5. Pengguna proyek lapangan : yang berinteraksi langsung dengan proyek lapangan yang dibangun.
Product
a. Manager proyek adalah bertanggung jawab untuk menyiapkan suatu estimasi kuantitatif proyek. Dari perkiraan ini suatu rencana dapat dibangun.
b. Ini adalah kita sering mulai proyek yang ideal dengan informasi sedikit solid.
Process Characteristic
a. Understandability : sejauh mana proses secara eksolisit ditemukan dan bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti
b. Visibility : apakah aktivitas2 proses pencapai titik akhir dalam hasil yang jelas sehingga kemajuan dari proses tersebut dapat terlihat dengan jelas
c. Supportability : sejauh mana aktifitas proses dapat disukung oleh CASE (Computer-aided software engineering)
d. Acceptability : apakah proses yang telah ditentukan oleh tenaga ahli dapat diterima dan digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan PL
e. Reliability : apakah proses didesain sedimikian rupa sehingga kesalahan proses dapat dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk
f. Robustness : dapatkah proses terus berjalan wakalupun terjadi masalah yang tak diduga
g. Maintainability : dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan atau perbaikan
h. Rapidity : bagaimana kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara lengkap memenuhi spesifikasi


9 Knowledge Manajemen Area
Core knowledge Management
• Scope : identifikasikan dan memanage semua pekerjaan agar proyek sukses
• Time : mempekirakan berapa lama proyek berlangsung, membuat jadwal proyek, proyek dibuat berapa task, bagaimana membuat tahapan-tahan menjadi kompleks
• Cost : mempersiapkan dan mengelola budget proyek
• Quality : memuaskan kebutuhan yang sedang ditetapkan
knowledge Area
• Proyek integration management
B. Perbedaan Kegiatan Proyek Dan Operasional
Proyek
• Bercorak dinamis, nonrutin
• Siklus proyek relatif pendek
• Intensitas kegiatan dalam periode siklus proyek berubah-ubah (naik-turun)
• Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran dan jadwal yang telah ditentukan
• Terdiri dari macam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
• Keperluan sumber daya berubah, baik macam maupun volumenya
Operasional
• Berulang-ulang, rutin
• Berlangsung dalam jangka panjang
• Intensitas kegiatan relatif sama
• Batasan anggaran dan jadwal tidak setajam proyek
• Macam kegiatan tidak terlalu banyak
• Macam dan volume keperluan sumber daya relatif konstant.

Tiga hal yang berpengaruh besar berkaitan erat dengan konsep manajemen proyek:
• Manajemen Klasik atu manajemen fungsional (General Management)
• Pemikiran Sistem
• Pendekatan Contigency

Manajemen Klasik atau Manajemen Fungsional
• Manajemen Klasik menjelaskan tugas-tugas manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.
Pemikiran Sistem
• Pemikiran yang memandang segala sesuatu dari wawasan totalitas
Pendekatan Contigency
• Pendekatan yang erat hubungannya dengan situasi dan kondisi yang berarti bahwa tidak ada satupun pendekatan manajemen terbaik yang dapat dipakai untuk mengelola setiap macam kegiatan.
C. Macam-macam Proyek dari Segi Pekerjaan
a. Proyek Engineering – Konstruksi
b. Proyek Engineering – Manufaktur
c. Proyek Penelitian dan Pengembangan
d. Proyek Pelayanan Manajemen
e. Proyek Kapital
f. Proyek Radio – Telekomunikasi
g. Proyek Konservasi Bio – Diversity
Tipe Organisasi Proyek:
• Fungsional
• Produk dan Area
• Matriks
Ciri organisasi proyek :
• Arus horizontal disamping vertikal
• Penanggung jawab tunggal atas berlangsungnya proyek
• Pendekatan sistem dalam perencanaan dan implementasi
D. Keuntungan Project Management
• Customer tidak suka surprise yang tidak menguntungkan
• Memberikan rasa aman bagi pemilik proyek
• PM bisa direncanakan dengan baik (monitor, track, me-manage schedulle, biaya, kualitas dan SDM)
• PM bisa mengenerate dokumen (historis)
• Anggota proyek dapat belajar dan bekerjasama dalam proyek tersebut

Manajemen Aktifitas
• Membuat proposal
• Proyek planning & Schedulling
• Proyek Costing
• Proyek Monitoring & Reviews
• Personnel selection & evaluation
• Report Writing & Persentations
Reporting
• Inception report (laporan pendahuluan)
• Progress report
– Analysis
– Design
– Coding
– Testing
– Implementation
• Final report
- Acceptance test
- final result




BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Sebagai kesimpulan dapat diutarakan bahwa manajemen proyek Proses aktivitas manajemen yang dilakukan dalam periode tertentu dan tidak bersifat rutin untuk mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar